Life is like a camera. Just focus on what’s important and capture the good times, develop from the negatives and if things don’t work out, just take another shot.

Wednesday, 31 December 2014

Selamat, Dua Ribu Lima Belas.

Selamat berulangnya tahun baru.
Sepertinya tidak ada yang berubah.
Berada dalam posisi yang sama juga tidak.
Apa masih relevan untuk aku mengarang harapan  tahun baru?
Apa masih mungkin harus aku meneruskan impian tertunggak tahun lalu?

Hm.
Tahun baru. Tak ubah seperti tahun yang pernah aku lalu.
Penuh keajaiban.
Penuh keindahan.
Penuh dengan cinta-cinta Tuhan.
Penuh tangis tawa yang terkesan.
Penuh terisi dengan istimewanya teman.
Penuh kehidupan kerja yang terbeban.
Ya, keadaannya seperti sudah penuh.
Apa mungkin boleh aku muatkan lagi dengan permintaan baru?
(Segala puji untuk Tuhan)
Atas rasa penuh ini.
Atas rasa cinta dan kasih yang menyeluruh.
Atas kelompok kecil keluarga dicinta.
Atas teman-teman baik yg didatangi.
Atas kesibukan hidup yang membantu aku mengubati hati.

Tentang cinta dua..
Tak salah untuk masih terus menanti.
Mimpi indah bukan untuk segilintir, tapi ada untuk semua.
Nantilah dengan setia, dengan bersedia.
Hm..Buat Sang Putera Cinta,
Dimana pun kewujudan kau,
tetaplah berpendirian, tetaplah meneruskan kehidupan, tetaplah rapat disisi Tuhan sebelum dipertemukan.Tenang saja ya.

Buat nyawa,
Moga terus bernadi untuk Tuhan.
Terus bernafas untuk Tuhan.
Moga terus bangkit berusaha dalam meraih cinta Tuhan.
Sedang dunia semakin menakutkan.
Lalu, apa yang harus diharapkan lagi?
Selain hanya menjadikan Dia
tempat untuk aku terus bergantungan.

Selamat Tahun Baru Cinta!
Selamat Tahun Baru Semua!
(^__^)

No comments:

Post a Comment