Life is like a camera. Just focus on what’s important and capture the good times, develop from the negatives and if things don’t work out, just take another shot.
Showing posts with label hilang. Show all posts
Showing posts with label hilang. Show all posts

Sunday, 22 February 2015

Siang.

Siang.
Temani aku datang.
Menuju laju sebelum malam.

Siang.
Temani aku terang.
Untuk kembali sebelum hilang.

Tuesday, 30 September 2014

Hilang [3]



...........................................................

Cuaca : Gelap sebab malam
Lokasi : Bilik Tidur
Alatan : Laptop Abah
Lagu : Kaka - Terpulanglah
Jam : 11.58 p.m
Hari : Selasa
Tarikh : 30 September 2014


setiap mimpi
setiap pagi
setiap hari
setiap benci
setiap hati
setiap kali
setiap kiraan nadi

masih di dalam perjalanan,
menuju pergi.


Saturday, 20 September 2014

Hilang [2]

Cuaca : Pagi yang baik
Lokasi : Bilik Tidur
Alatan : Laptop Abah
Lagu : Mafarikha - Tolong
Jam : 11.38 a.m
Hari : Ahad
Tarikh : 21 September 2014

Berpura-pura tidak mengenali,
sedang dia cukup kau kenal.

Berpura-pura tidak mengetahui,
sedang tiada satu pun diluar pengetahuan.

Berpura-pura daya ingatan kau lemah,
tapi ingatan ke dia semakin menyegar.


Hm..bagaimana ya,
Untuk mengumpul seluruh memori dan mengarahkan mereka pergi.

Hm..bagaimana ya,
Memberi pesan kepada setiap rindu-rindu tak berbalas, agar mereka berhenti dan mula merasa penat.


Atau mungkin ... 

ada bumi-bumi lain yang boleh aku tinggal?



..........................................................




Hilang [1]

Cuaca : Hujan
Lokasi : Bilik Tidur
Alatan : Laptop Abah
Lagu : Anuar Zain - Perpisahan
Jam : 3.18 p.m
Hari : Sabtu
Tarikh : 20 September 2014



Setelah 30 bulan berlalu, barangkali inilah waktunya. Melepaskan layang-layang pergi, bebas ke mana saja ia ingin. Kemana saja ia mahu. Kemana saja ia rasa perlu.

Perasaan ini, hanyalah seperti melepaskan camar dari kurungan, meskipun tahu ia tak akan kembali pulang, tetap membiarkan ia terbang.

Ini, adalah tindakkan yang patut-patut dari dulu lagi terjadi.
Terus hidup dalam bayang-bayang, hanyalah membawa mimpi buruk. Berpegang pada memori, hanya membuat diri semakin teruk.
Kadang-kadang, sangat terbeban.

Di saat mengarang tulisan ini..
kau mungkin saja sudah aku hilangkan.
Mungkin saja belum. Mungkin saja tindakkan masih berdiri di atas pagar. Untuk meluah sakit, menelan juga buat aku perit.

Tiada siapa yang tidak melalui saat kejatuhan yang paling dalam ini bukan?. Sakit ditinggalkan. Lebih sakit lagi untuk melupakan.

Pada aku, setiap manusia yang Tuhan kenalkan itu istimewa. Dan dia, adalah yang pernah ter-paling istimewa. Meninggalkan aku, adalah satu-satunya keburukkan yang dia pernah ada. Atau mungkin langsung tiada. Oh, mungkin jarak waktu telah membuat aku lupa. Sampai keburukkan dia satu pun tak terlekat di kepala.

Saat kepergian akhir dia meninggalkan aku dulu pun entah bagaimana keadaannya. Lupa. Dengan mudah, dan semakin lupa.
Tapi... mengapa rasa sakit itu masih sama & masih ada ya? 


Nafas tersekat-sekat.
Udara terhad.

Apa mungkin kau juga seperti aku?



Tidak.