Life is like a camera. Just focus on what’s important and capture the good times, develop from the negatives and if things don’t work out, just take another shot.

Saturday, 20 September 2014

Hilang [1]

Cuaca : Hujan
Lokasi : Bilik Tidur
Alatan : Laptop Abah
Lagu : Anuar Zain - Perpisahan
Jam : 3.18 p.m
Hari : Sabtu
Tarikh : 20 September 2014



Setelah 30 bulan berlalu, barangkali inilah waktunya. Melepaskan layang-layang pergi, bebas ke mana saja ia ingin. Kemana saja ia mahu. Kemana saja ia rasa perlu.

Perasaan ini, hanyalah seperti melepaskan camar dari kurungan, meskipun tahu ia tak akan kembali pulang, tetap membiarkan ia terbang.

Ini, adalah tindakkan yang patut-patut dari dulu lagi terjadi.
Terus hidup dalam bayang-bayang, hanyalah membawa mimpi buruk. Berpegang pada memori, hanya membuat diri semakin teruk.
Kadang-kadang, sangat terbeban.

Di saat mengarang tulisan ini..
kau mungkin saja sudah aku hilangkan.
Mungkin saja belum. Mungkin saja tindakkan masih berdiri di atas pagar. Untuk meluah sakit, menelan juga buat aku perit.

Tiada siapa yang tidak melalui saat kejatuhan yang paling dalam ini bukan?. Sakit ditinggalkan. Lebih sakit lagi untuk melupakan.

Pada aku, setiap manusia yang Tuhan kenalkan itu istimewa. Dan dia, adalah yang pernah ter-paling istimewa. Meninggalkan aku, adalah satu-satunya keburukkan yang dia pernah ada. Atau mungkin langsung tiada. Oh, mungkin jarak waktu telah membuat aku lupa. Sampai keburukkan dia satu pun tak terlekat di kepala.

Saat kepergian akhir dia meninggalkan aku dulu pun entah bagaimana keadaannya. Lupa. Dengan mudah, dan semakin lupa.
Tapi... mengapa rasa sakit itu masih sama & masih ada ya? 


Nafas tersekat-sekat.
Udara terhad.

Apa mungkin kau juga seperti aku?



Tidak.


No comments:

Post a Comment