Sejak hari mencalit biru di kuku telunjuk kiri, diri langsung tak ter-puisi. Lidah jadi kelu. Sedangkan tak perlu bersuara pun, taip saja. Kalaulah boleh dimuntahkan segala isi puisi ini, pasti lebih senang. Lebih terang. Lebih lapang. Si jari-jemari pula merengek-rengek minta diceraikan dari tetulang. Longlai - tanda protes. Jiwa tak ghairah. Tak ada perasaan. Organ hati yang tak-pernah-pernah berganjak ini pun seperti sudah dipalsukan.
Rasa tiba-tiba ingin menjadikan BULAN sebagai kawan.
Rasa tiba-tiba ingin menjadikan BULAN sebagai kawan.
No comments:
Post a Comment